Monday, October 08, 2007

NALURI BERSARANG

Akhir-akhir ini aku punya kesibukan baru, bersih-bersih rumah!. Mulai menata kamar, lemari pakaian, ngepel dan lainnya. Aku ingin ketika nanti anakku lahir, sudah tersedia “sarang” yang nyaman untuknya tidur, walapun sederhana, tidak mewah. Aku mulai memesan rak pakaian bayi sekaligus bisa dijadikan tempat tidur tinggal ditambahkan bantalan kasur untuk Veda. Beberapa orang mengatakan bayi akan tumbuh lebih cepat jika dia tidur dengan ibunya. Mungkin mereka juga menyerap hawa panas ibunya. Veda keberatan aku membuat rak itu, karena ukurannya hanya 160 x 70cm, sehingga kakinya jadi masih nongol. Ukurannya memang harus segitu, kalau lebih tidak muat untuk kamarku di rumah Sukawati yang hanya berukuran 3 x 2,5 meter.

Veda sebenarnya lebih memilih untuk “bersarang” di rumah Kesambi. Aku keberatan, karena rumah kami di Kesambipun kamarnya hanya satu. Lagipula, aku berpikir mungkin aku perlu banyak bantuan juga dari ibu dan adikku bagaimana cara merawat bayi. Jadi akan lebih memudahkanku untuk bersarang di Sukawati saja. Selain itu juga, kalau nanti Veda berangkat lagi ke Sulawesi (di tempatnya bekerja tidak ada Faternity Leave alias cuti bagi bapak), aku sendirian di Kesambi.

Aku agak tergelitik dengan kebiasaan baruku ini. Aku biasanya tidak terlalu ambil pusing dengan masalah kebersihan. Bahkan aku masih merasa nyaman tidak mandi dua hari atau dengan debu setebal setengah senti meter. Aku lupa kapan terakhir aku ngepel. Tetapi sekarang lagi rapi banget loh baju-baju tertata rapi, nyapu dan ngepel tiap hari, bahkan belakangan ngepel jongkok – tidak pakai alat – kata bidan ditempat senam hamil, kegiatan ini mempercepat posisi kepala bayi mendekati rongga panggul.

Ternyata perubahan ini adalah bagian dari hormon yang bermain didalam kehamilan. Kata Buku Kehamilan : Apa yang anda Hadapi Bulan per Bulan, asli buku ini tebal sekali, 725 halaman – penulisnya mengatakan sebulan sebelum melahirkan seorang ibu akan sibuk mempersiapkan tempat yang nyaman buat bayinya. Ini dinamakan nesting instinct bahasa kerennya, bahasa biasanya : Naluri Bersarang. Tidak hanya manusia saja, yang mengalami ini. Kucing juga, ketika menjelang melahirkan anak-anaknya, induk kucing sibuk mencari tempat dan mengumpulkan sobekan-sobekan kertas, kain atau apapun untuk membuat “sarang” yang nyaman buat anaknya. Aku percaya, burung, ikan, babi, sapi dan lainnya. Aku pernah melihat langsung bagaimana resahnya penyu ketika mau bertelur di sebuah pantai berpasir putih di Malaysia. Dengan badannya yang berat dia berjalan ngesot ke pantai sebelum menghabiskan beberapa jam hanya untuk menggali lubang telur dan akhirnya dengan sabar mengeluarkan telurnya satu per satu. Namun jauh sebelum naik ke pantai, dia sudah memantau pantai, apakah aman dari manusia dan predator lainnya.

Sekarang, aku sama dengan penyu, kucing, burung, ikan dan lainnya itu, dilanda Naluri Bersarang!